Selasa, 02 Juni 2009

Pemilu Damai untuk Indonesia

Satu tahap penting kehidupan demorasi Indonesia, yaitu pemilu legislative, telah berhasil dilewati. Terlepas dari segala masalah di dalamnya, seluruh rakyat patut bersyukur atas keberhasilan Indonesia melewati pemilu legislative dengan aman dan tertib. Setelah pemilu legislative, sekarang ini, Indonesia bersiap melaksanakan tahapan pemilu berikutnya, yaitu pemilihan umum untuk memilih presiden dan wakil presiden periode 2004-2009. Tercatat terdapat tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang telah ditetapkan oleh KPU, yaitu Megawati Soekarnoputri-Probowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Bulan Juni ini, tahapan kampanye akan segera dimulai. Hiruk pikuk dan segala bentuk kehebohan akan segera menghiasi pemandangan di seluruh penjuru negeri. Jalan-jalan akan penuh dengan aneka rupa poster dan selebaran, lalu lalang penduduk akan dimeriahkan dengan aneka atribut kaos, topi, syal kampanye, media massa baik elektronik maupun cetak akan berjejalan dengan gambar, kampanye atau kegiatan calon wapres dan cawapres. Di tengah berbagai masalah dan berita lainnya, berita mengenai kampanye calon presiden dan calon wakil presiden ini akan mengambil porsi yang sangat besar.

Apapun kemeriahan dan hiruk pikuk yang akan terjadi nanti, satu yang patut untuk diperhatikan adalah semoga segenap sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan kampanye tersebut tetap memperhatikan etika, norma, dan moral yang berlaku. Meski kampanye selalu identik dengan kegaduhan dan keramaian, tetap penting untuk menjaga ketertiban dan rasa aman di hati masyarakat luas. Kampanye hendaknya dilaksanakan dengan penuh simpatik, dengan damai, dan dengan mengedepankan nilai-nilai intelektualitas dan harmonitas.

Persaingan tetap tidak bisa dilepaskan dalam konteks kompetisi. Tetapi, masyarakat Indonesia telah menjadi masyarakat yang cerdas. Tim kampanye yang tidak mengindahkan nilai-nilai moral dalam berkampanye, bisa saja kehilangan simpati masyarakat dan akan mendapatkan hukuman dengan tidak dipilih dalam pemilu nanti.

Semoga saja para elite politik, para tim sukses, para kader partai, para simpatisan, dan masyarakat umum dapat memelihara suasana kondusif ini. Sehingga tahapan demi tahapan pemilu presiden dan wakil presiden ini dapat berjalan dengan baik. Di tengah berbagai stigma yang tidak enak terhadap Indonesia, mari kita tunjukkan bahwa kita adalah Negara yang beradab, Negara yang dapat melalui sebuah hajatan besar demokrasi tanpa menjadi anarkis. Selama t berpesta Indonesia. Semoga kehidupan yang lebih baik akan lahir dari pintu pemilu presiden dan wakil presiden nanti.

Selasa, 01 Januari 2008

Sahabat

Apa bagian paling penting dari tubuh manusia? Tanpa menafikan peran dari organ tubuh lain, bahu adalah bagian tubuh yang sangat penting. Nilai pentingnya tidak hanya untuk diri sendiri, tapi terentang luas untuk orang lain di sekitar kita. Kapanpun teman atau orang lain membutuhkan kehangatan dan tempat bersandar, bahu merupakan tempat yang paling nyaman.